7 Matahari Dengan Bentuk Paling Aneh di Antariksa | merdeka.com – merdeka.com

7 Matahari Dengan Bentuk Paling Aneh di AntariksaMatahari Dengan Bentuk Paling Aneh. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com – Bintang adalah benda langit yang paling penting di alam semesta. Jika Anda masih belum terlalu memahami pentingnya bintang, coba bayangkan saja hidup kita tanpa matahari.

Benar, planet-planet mengorbit bintang, seperti planet-planet di tata surya kita mengelilingi matahari.

Namun tahukah Anda bahwa bintang utama tak cuma matahari saja, namun ada banyak sekali. Para astronom telah mendeteksi banyak sekali bintang. Bahkan bentuknya tak sekedar bulat seperti matahari. Justru bentuk-bentuknya cukup aneh dan membuat kita bergumam, “kok bisa ada ya?”

Mari kita ulas deretan bintang dengan bentuk paling aneh di antariksa, melansir Listverse.

1 dari 7 halaman

Bintang Berbentuk Telur

Enter Vega atau Alpha Lyrae adalah bintang berbentuk telur yang terletak di 25 tahun cahaya dari Bumi.

Ini adalah salah atu bintang paling populer diteliti astronom, di mana literatur penelitian akan bintang ini juga sebanyak matahari kita sendiri.

Vega memiliki bentuk yang aneh ini karena putarannya yang super cepat. Ia berputar 93 persen dari kecepatan kritis atau rotasi kritisnya. Rotasi kritis adalah kecepatan maksimal di mana bintang akan pecah.

Saking cepatnya berputar, Vega menyelesaikan satu rotasi dalam 12,5 jam. Sebagai perbandingan, matahari kita menyelesaikan rotasi dalam 27 hari.

2 dari 7 halaman

Matahari Kembar Siam

Kira-kira satu dekade lalu, astronom menemukan sebuah bintang besar di konstelasi Camelopardalis yang terletak 13.000 tahun cahaya dari Bumi. Bintang besar ini diberi nama MY Camelopardalis.

Namun setelah diteliti lebih lanjut, ternyata ini adalah dua bintang yang menempel, seakan-akan kembar siam. Kedua bintang ini mengorbit satu sama lain dengan waktu orbit hampir 30 jam saja.

Bintang ini sangat besar, masing-masing 38 kali dan 32 kali ukuran matahari. Astronom memprediksi bahwa salah satunya akan menabrak satu sama lain dan akan menghasilkan bintang yang jauh lebih besar, lebih dari 60 kali ukuran matahari.

3 dari 7 halaman

Matahari Dingin

Kita tahu kalau bintang adalah sumber cahaya yang tentu panas. Matahari saja temperaturnya kita-kita 5.500 derajat Celcius. Namun ternyata ada bintang yang temperaturnya hanya 100 derajat Celcius, di mana itu adalah titik didih air.

Ini adalah temperatur dari bintang bernama CFBDSIR 1458+10B. Ini adalah matahari kerdil di tata surya bernama CFBDSIR 1458+10B. Di tata surya ini, terdapat dua matahari yang mengorbit satu sama lain. Uniknya, terdapat planet yang justru ukurannya besar di sana.

Menurut astronom, ini adalah matahari yang keadaannya mungkin menyerupai planet, dengan awan mendung yang mengandung air.

4 dari 7 halaman

Matahari Berlian

Astronom menemukan sebuah bintang yang akhirnya berubah menjadi planet. Hal ini ditemukan ketika astronom meriset sebuah pulsar (bintang neutron atau bintang kerdil) yang diorbit oleh sebuah planet berkecepatan orbit tinggi.

Setelah diteliti, ini ternyata bukan planet, namun sebuah bintang yang sebelumnya saling mengorbit, namun ‘bahan bakar’ salah satunya terkuras karena gravitasi besar keduanya.

Akhirnya bintang mati ini dipercaya membentuk material berupa crystalline carbon yang merupakan material serupa yang membentuk berlian.

5 dari 7 halaman

Matahari di Dalam Matahari

Istilah astronomi yakni Thorne-Zytkow Object (TZO) adalah frase yang mengacu pada bintang yang ada di dalam bintang lain. Ini diberi nama dari fisikawan Kip Thorne dan juga astronom Anna Zytkow yang keduanya menyebut bahwa ada fenomena bintang semacam itu.

Jadi, sang ilmuwan menyebut bahwa TZO adalah bintang neutron yang ‘dimakan’ oleh bintang merah besar. Bintang neutron adalah inti bintang raksasa yang mati, sementara bintang merah adalah bintang tua yang hidrogennya hampir habis sehingga tak lagi panas.

Matahari dalam matahari ini akhirnya ditemukan pada 2014 lalu di posisi 199.000 tahun cahaya dari Bumi dan diberi nama HV 2112.

6 dari 7 halaman

Matahari Kecil

Bintang atau matahari biasanya adalah sebuah benda luar angkasa yang berukuran raksasa. Ambil contoh matahari kita. Ukuran matahari 1,3 juta kali ukuran Bumi.

Namun ada juga matahari yang kecil, ialah EBLM J0555-57Ab. Bintang ini jaraknya 600 tahun cahaya, dan ukurannya hanya sebensar planet Saturnus.

Ukuran sebenar ini ternyata cukup untuk tekanan internalnya menghasilkan fusi nuklir, yang mana ini dibutuhkan untuk memproduksi panas. Jika sedikit lebih kecil saja, astronom menyebut benda ini hanya akan menjadi sebuah planet kerdil yang tidak unik.

7 dari 7 halaman

Matahari Berekor

Jika berbicara soal sesuatu yang berekor di luar angkasa, yang terpikir oleh kita tentu adalah komet. Namun sebuah bintang bernama Mira membuktikan komet bukanlah satu-satunya.

Ini adalah bintang di konstelasi Cetus yang berada di 350 tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Ini adalah sistem bintang yang terdiri dari dua bintang yakni Mira A dan Mira B. A adalah bintang merah yang akan mati, sementara B adalah bintang kerdit putih yang telah mati.

Menurut astronom, Mira A mengeluarkan ekor seperti komet karena bintang ini merilis karbon dan oksigen, yang membuat ekor sepanjang 13 tahun cahaya atau 20.000 kali jarak matahari ke Pluto. [idc]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like