PergiUmroh – Marketplace Online Perjalanan Umrah dengan Berbagai Kemudahan

Founder: M. Faried Ismunandar, Abul Almaujudy
Industri: marketplace online layanan umrah
Status pendanaan: menerima pendanaan dari angel investor

  • Tak hanya menyediakan daftar penawaran biro perjalanan umrah, tetapi juga menawarkan layanan pembayaran dan fitur pelengkap lainnya untuk memudahkan pengguna.
  • Dengan membaca analisis data yang ada, pihak PergiUmroh bisa membagikan informasi kepada biro perjalanan mitra seputar bagaimana perilaku konsumen umrah Indonesia.

Sebagai salah satu sektor dalam industri perjalanan di Indonesia, layanan haji dan umrah telah menjadi salah satu servis yang banyak diminati untuk menyempurnakan kehidupan religi tiap umat muslim di dalam negeri.

Dengan jumlah penduduk yang mayoritas memeluk agama Islam, Indonesia menempati peringkat kedua dalam daftar negara yang mengirimkan jemaah umrah terbanyak di dunia. Situasi ini menjadikan negara kita sebagai pasar potensial bagi pertumbuhan ekonomi halal, tak terkecuali di ranah travellingdan leisure.

Meski potensi dan peluangnya begitu besar, Faried Ismunandar menganggap pasar sektor perjalanan ini masih menyisakan ruang bagi pemain baru. Terutama untuk yang ingin melakukan digitalisasi pelayanan lebih baik lagi lewat platform end-to-end transparan dan menguntungkan semua pihak.

Hal tersebut mendorong mantan karyawan Research In Motion dan Indosat ini mendirikan startup PergiUmroh bersama koleganya, Abul Almaujudy. Dengan tujuan menyediakan solusi yang mudah dalam transaksi pembelian paket umrah dari sejumlah biro perjalanan di Indonesia, layanan mereka pun akhirnya mulai diperkenalkan ke publik pada Juli 2018 silam.

PergiUmrah | Screenshot

Hadirkan end-to-end sales dengan fitur pembanding

PergiUmroh hadir sebagai platform yang tidak hanya menyediakan daftar penawaran biro perjalanan umrah, tetapi juga menawarkan layanan pembayaran dan fitur pelengkap lainnya untuk memudahkan pengguna mencari produk yang diinginkan.

Melalui format marketplace, PergiUmroh memberikan detail lengkap seputar rincian akomodasi pada tiap paket perjalanan. Portal ini juga menyediakan fungsi Bookmark agar pembeli bisa memantau kembali harga produk umrah yang mereka minati, serta membandingkannya dengan penawaran lain di situs yang sama.

Farid mengakui bahwa transaksi paket umrah bukan termasuk pembelian impulsif bagi mayoritas masyarakat di Indonesia. Pihaknya pun mencoba menyediakan fitur berdasarkan perilaku yang memang relevan bagi keinginan konsumen, terutama dalam hal transparasi produk.

“Kecenderungan konsumen umrah melihat sendiri rincian (akomodasi) saja yang akan mereka dapatkan. Padahal dengan digitalisasi sistem seperti sekarang, konsumen bisa mengecek segala sesuatunya secara lebih mudah dan efisien.”

Karena itu, pihak PergiUmroh menyiapkan berbagai fitur dengan harapan bisa menggaet pasar peminat perjalanan umrah, baik dari konsumen kasual, hingga kalangan yang baru melek terhadap pemanfaatan teknologi.

Founder PergiUmroh | Photo

Harapkan bisa memberi manfaat bagi ekosistem

Terlepas dari kemudahan yang ditawarkan, menurut Faried, model digitalisasi sistem marketplace semacam ini juga bermanfaat kepada pihak biro perjalanan umrah yang bermitra bersama mereka.

Dengan membaca analisis data yang ada, pihak PergiUmroh bisa membagikan informasi seputar bagaimana perilaku konsumen umrah Indonesia hingga target pasar apa yang menarik untuk disasar.

“Kami memiliki tim Account Management yang bisa memberikan insight kepada mitra kami, mulai dari produk apa yang banyak dicari hingga tarif kisaran harga berapa yang dilihat konsumen.”

Kelebihan ini mendorong pihaknya untuk bekerja sama dengan mitra biro perjalanan guna memaksimalkan produk yang mereka tawarkan. Mulai dari menggabungkan paket melancong ke luar negeri, hingga kisaran harga yang sesuai untuk diberikan kepada target audiens tertentu.


Platform marketplace perjalanan umrah yang dihadirkan PergiUmroh memang bukan hal baru di Indonesia. Sudah ada beberapa pihak yang menghadirkan layanan serupa, seperti Ihram Asia dan GOHajj. Meski begitu, pihak PergiUmroh mengakui pihaknya memiliki pembeda dari segi layanan dan touchpoint pembelian.

Pada awal 2019, PergiUmroh telah menggandeng pihak TrueMoney sebagai mitra pembayaran offline to online. Sebelumnya mereka juga bekerja sama dengan KreditPro untuk pembiayaan cicilan umrah yang sesuai dengan syariat Islam.

Dalam waktu dekat, startup yang masih beroperasi dengan mengandalkan modal dari angel investor ini akan merilis aplikasi mobile guna mempermudah akses bagi calon jemaah umrah di Indonesia.

Dengan bermitra bersama 21 penyedia jasa umrah yang sudah tersertifikasi dari Kementerian Agama, PergiUmroh optimis pihaknya bisa menjadi pemain yang diperhitungkan di ranah marketplace OTA perjalanan umrah di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like