Rover Curiosity NASA Temukan Oasis Kuno di Mars Teknologi • 3 detik yang lalu – CNN Indonesia

Rover Curiosity NASA Temukan Oasis Kuno di MarsCuriosity. (NASA/JPL-Caltech/MSSS)

Jakarta, CNN Indonesia — Rover Curiosity NASA berhasil menemukan sebuah oasis kuno di Mars. Dikutip dari CNET, para ilmuwan mempercayai bahwa Mars memiliki oasis sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.

Bukti keberadaan oasis tersebut tersebar di cekungan selebar 100 mil yang disebut Kawah Gale. Rover penjelajah Curiosity menemukan garam mineral bercampur endapan di bebatuan sekitar kawah.

Saat ini, ilmuwan sedang mengeksplorasi lapisan Kawah Gale dan Gunung Sharp untuk mengungkap sejarah Mars. Dikutip dari CNET, opini dari para ilmuwan bahwa Mars telah beralih dari lanskap bawah laut menjadi danau yang dalam dengan penemuan serangkaian kolam gaya dangkal bak oasis.

NASA mengkonfirmasi bawah aliran air mungkin telah menabrak dinding kawah.

“Fluktuasi iklim mengubah lingkungan dari basah menjadi gurun. Penelitian sebelumnya telah menemukan bukti danau air tawar di Mars juga.” papar NASA.

William Rapin dari Caltech mengungkap pihaknya mendatangi Gale Crater karena menyimpang catatan unik perubahan Mars.

“Kapan dan berapa lama Mars mampu mendukung kehidupan mikroba di permukaan?” ujarnya dikutip CNET.

Situs resmi Jet Propulsion Laboratory NASA mengungkap kolam yang menghiasi lantai Gale Crater, cekungan kuno seluas 150 kilometer yang dijelajahi Curiosity. Para ilmuwan telah menerbitkan makalah berjudul Nature Geoscience yang mengungkap lanskap Gale Crater diperkirakan memiliki aliran air yang telah menabrak dinding kawah.

Setelah saluran air meluap, kemudian semua mengering. Siklus ini terjadi berulang-ulang selama jutaan tahun.

Para penulis menafsirkan batuan yang diperkaya dengan garam mineral yang ditemukan oleh Rover sebagai bukti kolam air asin dangkal yang melewati episode melimpah dan pengeringan. Deposito berfungsi sebagai tanda air yang diciptakan oleh fluktuasi iklim ketika lingkungan Mars beralih dari yang lebih basah ke gurun beku seperti sekarang ini.

Kawah Gale adalah sisa-sisa kuno dari dampak besar peristiwa alan di Mars. Sedimen yang terbawa oleh air dan angin akhirnya mengisi lantai kawah, lapis demi lapis. Setelah endapan mengeras, angin mengukir batu berlapis ke Gunung Sharp yang menjulang tinggi, yang Curiosity panjat.

Mengingat bahwa Bumi dan Mars serupa pada masa-masa awal mereka, Rapin berspekulasi bahwa Pulau Sutton mungkin menyerupai danau salin di Altiplano Amerika Selatan. Aliran dan sungai yang mengalir dari pegunungan ke dataran tinggi yang gersang ini mengarah ke cekungan tertutup mirip dengan Kawah Gale purba Mars.

Danau di Altiplano sangat dipengaruhi oleh iklim dengan cara yang sama seperti Gale.

“Selama periode yang lebih kering, danau Altiplano menjadi lebih dangkal, dan beberapa dapat mengering sepenuhnya,” kata Rapin.

“Fakta bahwa mereka bebas vegetasi bahkan membuat mereka sedikit mirip Mars.” (ndn/age)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like